about

Saturday, February 19, 2011

para

katanya bintang terlalu cepat redup di kotamu
dimalam sebelum kau saksikan,
para tuan tanah sedang menggebu menaiki tangga beludru
andai saja, januari tidak cepat terganti jua
nestapa ini bukan untuk kita saja

lihatlah benar saat kau sadar
para kawanan tikus got sedang berteriak pada singa-singa tak bertaring
bukan kami, bukan kami, bukan kami singa itu, bukan pula tikus got

Friday, February 11, 2011

Negeri Seribu Mesjid

menjelang petang terdengar seruan dari puncak menara
disahut seruan lain
disambut seruan serupa
dijawab ribuan telinga
saat itu seorang anak duduk memegang layang-layang
terbang tinggi hinggap di awan
bapaknya menancapkan cangkul pada sepetak tanah yang dulu telah diberi senyum-Nya
beriringan seruan, angin berbisik pelan, air menjadi begitu dingin
lalu mereka menuju
hulu sungai yang dulu leluhur mereka bertapa disana
disana, di bawah pohon kelapa
dua jejak akan tertinggal di batu
dimanapun, di negeri seribu mesjid


Sukajadi, 2011 

sekar anggrek

kukira dendammu sudah mencair
seperti es disoroti matahari
seperti air liur digoda segelas kopi
kukira dendammu sudah mencair
saat batu dihempas terjangan arus,
dan, besi ditempa api
kukira kau menduga,
kau bagai sekuntum anggrek
kukira demikian salah memetikmu
tapi, lidah kelopak itu
menggoda seluruh nafasku
dan, maaf karena mengira dendammu sudah mencair